Intrik manusia—
Memanusiakan manusia itu bagaimana.... (?)
Mengapa,
Secangkir teh tumpah, ditangisi.
Tetapi,
Sekerumun semut menghampiri disuruh pergi. Juga ditepuk mati.
Memangnya kita sedang pergi?
Kenapa mengumpulkan banyak banyak?
Atau jangan jangan kita sudah pulang?
Tapi mengapa masih menunggu juga, sedang tanah didepan mata tidak pernah dianggap rumah oleh si tanahnya juga?
Hey!
Sekelibat bayangan pelik...
Katanya, Itu cuma kenangan
Sekonyong konyong suara penuh intrik..
Ternyata, itu cuma khayalan
Bun...
Bu...
Ibu....
Ibu kita,
banyak ya,
Komentar
Posting Komentar