Lampau, kita sudah terlampau lampau.
Katamu aku adalah lampau
Yang menerjang kehampaan masa lalu daripada ketulusan setiap hari
Katamu kamu adalah usang,
Yang tak pernah berhenti menjadi abu abu berdebu walau aku menyapamu tiap kau mengingat waktu,
Biar,,
Biar langit yang tetap muda meski ia lebih tua dari kehampaan masa lalu kita
Biar,,
Biar kenangan yang tetap ada meski kata kita sudah lebih dulu berjarak dan berpisah
Menua,
Rasa rasanya baru kemarin kembang api menjatuhkan hatinya padamu,
Tapi pada Selak waktu paling nyata. Kini aku sendiri, yang tak sadar telah mengamini jantungku yang tak berdenyut lagi mengusap namamu pulang.
Mengusap namamu hilang.
Mengusap kenangan usang.
Dan aku, di hari lampau.
Komentar
Posting Komentar