“Cari rokok?”
Biasanya kujumpai kata kata itu di setiap persimpangan mimpi mimpi indah kira. Belum Lunas Sumpahmu, kau tinggalkan aku sebungkus rokok kesukaanmu yang sekonyong konyongnya candu di bibirku. tetapi asapnya yang perih tak mampu disanggah. kau, pun jua aku. Hingga tak sadar Sajak sajak ku ikut terbakar, seakan kata kata hilang Dari pendengaran manusia. Ku tuding, Kau mencurinya. Dalam selak langkah renyah biasa aku menyimpanmu disana, pada celah basah hujan yang cerah, serta pada playlist kereta yang kuharap isian playlist mu juga. Kufikir kau masinisnya disini, Dan benar, kau betul betul masinisnya yang menghentikan perjalananku seenaknya didalam ukiran bahasa mu yang Suci; perpisahan juga bagian Dari kasih sayang.
01/02/2022
By jktmoonlight
Komentar
Posting Komentar