Aku menemukan mu pada kota kota di sela sela jariku yang rapuh, lewat ketidaklentikan kukunya yang tidak sengaja menangkap bayang disudut matanya, kau menggambarkan ku sebagai objek yang berjalan, sedang kamu selalu ku gambarkan sebagai subjek yang akan selalu bersisian. Aku bukan perahu yang kebingungan, tuan. Tetapi langit langit pada dermagamu yang tetap menjawab ku dengan lukisan, membiarkan Aku menerka nerka apa makna yang tengah digambarkan oleh pelukisnya. Bukan malah kusam, tidak kah engkau sadari berapa indah senja yang kau suguhkan pada siapapun, bahkan tidak untukku. Lantas perahu mana yang tidak tertarik untuk tertambat?
30/01/2022
By.jktmoonlight
Komentar
Posting Komentar