Tidak bisakah kau sebut betapa Aku sudah tengah menyelami lembaran demi lembaranmu yang fana, tidakkah kau mendengar bagaimana jeri lidahku bersuara, berusaha membaca lukisanmu yang tak berabjad itu? Yang tidak memaksa namun terlalu cinta untuk tidak aku baca, bagaimana bila aku telah kehilangan separuh dengan utuh yang lebih dari sudut kepulangan yang samar samar ada pada sepasang telaga di matamu itu. Lebur. Leburkan aku dalam nadimu, bila pamit adalah kata yang kau pilih kali ini, setidaknya biarkan aku mendengar bagaimana arti langitmu yang indah dari suaramu yang kental. Aku tidak meminta mu muyemaksakan apa apa yang sebetulnya akan kucintai apa apa keputusanmu disana. Selayaknya anak manusia yang senantiasa mengagumi betapa indah langit diatasnya, begitulah bagaimana aku mencintai apapun yang kau dan akan kau lukis, meskipun hujan banyak mendorongku agar ragu untuk tidak menunggu lagi disitu.
30/01/2022
By jktmoonlight
Komentar
Posting Komentar