Yah Desember, aku ingat waktu itu kamu masih menebak nebak ulang tahunku, bebal! Bukan 27 kubilang. Aku ingat betul bagaimana wajahmu menyerah, aku memerah. Bulan sabit lebih dulu terbit padahal langit belum sempurna mengkilaukan kerlipnya. Ah, kufikir akan datang kembali surat surat yang begitu jauh di kamar kos ku di Kediri. Jauh,, kufikir jauh sekali.
Bayanganmu itu, Menggilai aku ya? Bagaimana aku bisa terbuai lagi? Pada kenangan asap rokokmu, Juga lantunanmu yang fana Belum sempat kudengar kau bersuara Kau tlah memiliki dua, Kita teralih? Terlalu tinggi~ Sedang botol hijau yang kau belikan tadi malam Tidak kunjung membuatku pergi Dari keabadian yang tak membuatku jera untuk lagi lagi meneraka-kan-nya
Komentar
Posting Komentar