Langsung ke konten utama

dear, twilight

Hi kak musa

I know u wont open this cringe blogspot, so i write here for u. It quitely weird and anoyying. I cant talk to someone beside u on my head. I think, ure the person who never blame me for my fault, bcs maybe it isnt my fault, isnt it? Let me being a selfish girl here bcs i think i havent been this selfish. 

U know kak, im really tired. Capem sekali sama dunia, kenapa gak ada yabg rasanya sayang sama saya? Kenapa sampai segitunya saya butuh validasi dari beberapa orang dan tidak mementingkan yang lainnya. 

U know kak? Im that famous here. I thought that i will not but i do wkwkkwkwkw. Its cute tauuuuu, kakel2 pada kenal saya, kayanya bakal cuma kaka yang mau menerima narsisme ini. Itu suatu penghargaa  kecil aja sih buat saya. 

Kak, tau gak sih, kenapa saya lebih suka malam daripada siang? Soalnya ada kaka, kan kaka suka bulan. Kalau wulandari, boleh ga kak? Wkwkwkwk sempet2nya flirting. 

Kak, saya capekkk banget, capek sekali ngerasa kesepian dan berasa akan mati disana sendirian. I will never survive here. Sampai suatu saat kalau betulan saya gak ada, please listen star by nadin amizah. This song really representative of urself, hpw bright you are, especially on my life. 

Kak, kaka lagi apa?

Kakak kangen saya gak?

Sama, anggap aja sama, anggap aja jawabannya "i miss u in the past tense" gapapa, bcs "i miss u in future tense" 

How could this world treat me so bad? So lonely here. Its so cold, i dont even remember how do i supposed to be? Dying? I cant stop breathing now, bcs i should be a winner on o2sn. 

Saya tau sih, kenapa akhir2 ini tuhan ngebiarin kaka chat saya, karena memang saya lagi butuh dorongan support dari kaka, ya kan? Iya. 

Saya juga tau, kenapa bulan ini harus o2sn, karena saya akan mati kalau gak punya alasan untuk mengejar sesuatu. 

Hidup saya melelahkan sekali kak. Melelahkan, sangat sangat capek. I wish i was hold by someone when i crying. But it never be a reality sih. Apalagi, kalo berharap itu kaka. 

Kak, if someday u cant see me again, of someday my account ignore ur text, it doesnt mean i left u. It means, ill be with u anywhere cuz u able to talk to me everywhere cuz i will always be around u every single time. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

di suatu kedai pinggir jalan

Di suatu sore, kau mengajakku kencan buta. Sabtu sore yang anggun, malam minggu yang sedikit asing. Kita berputar mengelilingi jakarta yang begitu sempit, bukan karena kejutan, tetapi kau memang dihantui kebingungan. Itu saja. Arogansimu atas laki laki kerap terlaku tinggi, tapi nalurimu akan orang buta kerap membuatku rendah. Tidak apa, waktu itu musim uang baru, memang hanya segelintir yang mendapat, dan segelintirnya aku.  "Uang baru nih" "Wih mana? Mau liat"  "Nih"  Aku seperti anak kecil, banyak sebutan itu bersileweran tapi tak ada yang menggantikan. Uang seribu, cinta samar semalam semu, dan kata "abadi" pada kotak hadiahku.  Tetapi, kita memang terjebak pada jakarta sih. Ya, memang kota sialan itu. Bisa bisanya kita berpisah begitu saja. 

Jim,

Bayanganmu itu, Menggilai aku ya? Bagaimana aku bisa terbuai lagi? Pada kenangan asap rokokmu, Juga lantunanmu yang fana  Belum sempat kudengar kau bersuara  Kau tlah memiliki dua, Kita teralih? Terlalu tinggi~ Sedang botol hijau yang kau belikan tadi malam  Tidak kunjung membuatku pergi  Dari keabadian yang tak membuatku jera untuk lagi lagi meneraka-kan-nya

menolak kegagalan

Entah mengapa menolak kegagalan bisa jadi sedemikian pahit untuk sepotong brownis cokelat bertabur kacang. Entah mengapa, menolak kegagalan bisa sedemikian pisang kuning tak bersemangat yang masam. Entah bagaimana, aku selalu terjebak, pada kemuraman, kegagalan. Dan kesedihan tahun kemarin juga tahun depan. Katanya, mati satu tumbuh seribu, tuhan justru mematikan segala sisa sisa yang menyala. Yang kupikir tak akan redup, yang cahayanya berpendar, sampai sampai aku tidak berkeberatan untuk terlupakan.  Dan senja, potonganmu abadi.  Bersama bayang bayang purnama.  Sayangnya, tak ada yang namanya tukar air mata.  Yah, kak, kita memang sudah terlalu jauh. Dan, memang, membiarkanku terlupakan adalah sesungguh sungguhnya cara untuk mati