Aku kadang kadang lupa
Bagaimana kamu bukan bagianku lagi,
Meski musim yang kita lalu sama, meski kita tak lagi bertanya apakah cuaca menangis atau bahagia sebab kota ini terlalu sempit untuk memisahkanmu, tapi tetap terlalu luas untuk mempertemukan kita.
Dengar bagaimana alam berkontradiksi mengolok olok imajiku.
Dering pesanmu terlalu abadi, aku masih tidak lupa bagaimana cara mengecek apakah kamu lagi-lagi kembali atau tidak. aku menginginkanmu sekali lagi. untuk 10.000 kali lagi. agar perpisahan mampu menyangkal kesedihanku lewat kesepakatan dan janji. meski aku terlalu pecundang untuk tidak melupakanmu. meski aku ingin kamu tahu, meski aku juga tahu hanya kamu yang bisa membuatku beranjak dari segala kebiruan ini.
Aku kadang-kadang lupa, kamu bukan rumah aku lagi
Komentar
Posting Komentar