The end of our meet session.
Hujan Desember sudah habis, waktu itu aku masih mencintaimu dengan penuh. langit Jakarta serasa indah. orange. nyala. memerah. sepasang suami istri duduk berdampingan di depanku menikmati bagaimana senja menjemput mereka, tanpa dawai, tanpa seolah iri hati dengan orang-orang yang sibuk memotret di hadapannya. saat-saat itulah bagaimana aku mengharapkan kita tiba-tiba saja terlempar kemari. kau yang mengetahui maksudku bisa saja menunda lagi kereta Jakarta yang super tidak sabaran, Jakarta memang selalu buru-buru, kamu tau itu.. kamu tahu itu, bagaimana aku ingin menghentikan waktu. kamu tahu itu bagaimana aku ingin sekali mengabadikan senja. mengabadikan kita. kau tahu aku akan jatuh cinta lagi dan lagi pada sepasang telaga di bola matamu. kau tahu senja dan kamu tidak pernah menjadi satuan katalog yang kau pikir menjenuhkan untuk menjadi pusat tunggu.
Komentar
Posting Komentar